Presiden Harus Libatkan KPPU untuk Menghapus Kartel - KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA

.


Home » , , , , » Presiden Harus Libatkan KPPU untuk Menghapus Kartel

Presiden Harus Libatkan KPPU untuk Menghapus Kartel

Written By Redaktur on Friday, May 3, 2013 | 8:48 AM

Kartel impor pangan diindikasikan karena perusahaan pengimpor dikuasai segelintir pengusaha dan diberi peluang oleh pemerintah. 

Persoalan kartel, terutama kartel pangan, rupanya masih menjadi bahan diskusi serius berbagai kalangan belakangan ini. Salah satu yang belakangan begitu serius untuk membongkar kartel di Indonesia adalah Rizal Ramli. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu berpendapat merajelalanya kartel impor bahan kebutuhan pokok rakyat, seperti daging, bawang, gula, beras, kedelai, buah-buahan, dan lain-lain karena dibiarkan oleh pemerintah.

"Presiden SBY harus menghapus kartel impor pangan dan menggantinya dengan sistem tarif dengan melibatkan Badan Usaha Logistik (Bulog) dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) agar kartel tersebut benar-benar dihapuskan karena merugikan rakyat dannegara ini," kata Rizal Ramli.

Menurut salah satu kandidat calon presiden alternatif di 2014 itu, para menteri SBY sudah mendukung langkah itu, agar rakyat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga murah dan negara diuntungkan.

Harapannya, Indonesia sebagai negara yang kaya raya ke depan bisa menjadi negara adidaya dan tidak tertinggal oleh negara-negara di Asia dan dunia.  "Semoga dengan capres baru termasuk saya jika dipilih rakyat, maka dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan mampu mengejar Malaysia. Kita harus mengembalikan Indonesia sebagai negara maju, kuat dan adi daya," ujar Rizal Ramli.

Rizal mengingatkan, masalah yang dihadapi oleh bangsa ini semakin banyak dan komplek. Karena itu kita perlu memiliki pemimpin-pemimpin yang amanah di semua lapisan, dari atas sampai ke bawah. Pemimpin yang memiliki kompetensi menyelesaikan suatu masalah, bukan pemimpin yang karena popularitas.

Mengenai kemungkinan dirinya ikut sebagai capres lewat konvensi Partai Demokrat, Rizal menyatakan ogah. Ia lebih senang mengikuti konvensi rakyat, bersatu dengan rakyat dan mendapat dukungan dari rakyat. "Sesuatu yang tidak bisa terjadi, bisa terjadi," kata Rizal mengenai lebih pentingnya bersatu dengan rakyat.

Dia menyatakan, tanpa memakai kendaraan partai politik, dirinya lebih bebas dan ada keuntungannya untuk menyampaikan visi, bertemu dengan rakyat dan memperluas jaringan. "Toh, pada akhirnya partai-partai politik ini mencari kemenangan," katanya.
Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA - All Rights Reserved
Developed by kuntoprastowo | Template by Maskolis
Proudly powered by Blogger