![]() |
| Munrohim Misanam, Komisioner KPPU. |
Komisioner KPPU Munrohim Misanam mengatakan bahwa indikasi tersebut mengarah pada adanya perbedaan data stok kedelai di kalangan importir dengan data pelaporan di Kementerian Perdagangan.
"Antara kemendag dan yang dilaporkan, ini yang perlu didalami," kata Munrohim di kantor KPPU, di Jakarta, Kamis (05/09).
Munrohim melanjutkan, hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap beberapa oknum yang ditengarai sebagai kartel. Namun, pihaknya menyatakan ada beberapa faktor lain yang dinilai sebagai pemicu timbulnya kartel kedelai, yaitu masalah ketidakpaduan ketidakjelasan mengenai kebijakan yang ditafsirkan sebagai sesuatu yang tidak pasti.
![]() |
| Perbedaan stok kedelai menjadikan indikasi adanya kartel kian terasa. |
"Pengusaha kan butuh kepastian, ketika adanya kevakuman dan ketidakpastian mengenai ini ada kemungkinan di san terjadi permainan," kata Munrohim.
Lebih lanjut, Munrohim menyatakan pihaknya masih akan melakukan investigasi, tetapi dirinya tidak dapat memastikan tenggat waktu penyelidikan. Munrohim berjanji akan secepatnya menyelesaikan perkara dugaan kartel kedelai.
"Karena itu tergantung pada dinamika penyelidikan di bawah nanti kaya apa, saya belum bisa menggambarkan dinamika kaya apanya, bisa cepat bisa lambat," tegasnya.







Post a Comment