KPPU Telah Temukan Dua Alat Bukti Kartel Daging Sapi - KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA

.


Home » , , , , » KPPU Telah Temukan Dua Alat Bukti Kartel Daging Sapi

KPPU Telah Temukan Dua Alat Bukti Kartel Daging Sapi

Written By Redaktur on Sunday, September 29, 2013 | 9:06 PM

Kabiro Humas KPPU Ahmad Junaidi.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan, pihaknya telah menemukan dua alat bukti terkait praktik kartel dalam perdagangan pasar. Salah satunya adalah praktik kartel pada daging sapi.

Kepala Biro Humas KPPU Ahmad Junaidi mengatakan, hingga saat ini KPPU masih melakukan penyelidikan secara mendalam. Menurut Junaidi, daging sapi terbilang yang unik, berbeda dengan komoditi lainnya seperti bawang putih dan kedelai.

"Daging sapi masih sampai penyelidikan dan target penyelidikan ada dua alat bukti, daging agak unik karena ada komoditi domestik. Jadi beda dengan bawang putih dan kedelai yang prioritas dari impor," kata Junaidi di Kantornya, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Junaidi menambahkan, penyelidikan yang mendalam dimaksudkan untuk melihat dari faktor apa yang menyebabkan terjadinya praktik kartel.

"Nah, daging ini butuh pengkajian mendalam karena kita perlu melihat apakah kartel atau implementasi kebijakan yang lemah," jelasnya.

Selain itu, lanjut Junaidi, KPPU telah melakukan penyelidikan sejak awal tahun ini, mulai dari importir, distributor, feedlotter dan RPH yang sudah bestatus terperiksa oleh KPPU.

"Pada prinsipnya harga yang ditentukan pemerintah pada titik yang wajar, yakni harga yang paling efisien di pasar. Tapi, harus diperhatikan juga oleh pemerintah," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Junaidi, KPPU terus memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah mengenai kebijakan yang lebih sehat.

"Tugas KPPU memberikan saran dan rekomendasi atas kebijakan perdagangan yang sehat," tutupnya. 
Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA - All Rights Reserved
Developed by kuntoprastowo | Template by Maskolis
Proudly powered by Blogger