Harga Gula Merosot, Petani Panik - KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA

.


Home » » Harga Gula Merosot, Petani Panik

Harga Gula Merosot, Petani Panik

Written By Redaktur on Monday, September 24, 2012 | 5:07 AM

Harga tebu terus turun, petani mulai panik.
Kalangan petani tebu dalam beberapa pekan terakhir panik, selain karena terus merosotnya harga gula di tingkat produsen hingga hampir menyentuh HPP Rp7.000 per kg, hingga kini belum ada investor yang mengikat kesepekatan pemberian dana talangan.

Kalangan petani di Malang bahkan ada yang terpaksa menunda tebang tebu karena harga lelang gula menunjukkan kecenderungan turun dalam dua pekan terakhir.

Kepala Seksi Petani Tebu Kedungkandang Kota Malang Suliono yang memasok tebu ke PG Kebun Agung, mengatakan tender penjualan tebu pekan lalu hanya sebesar Rp7.330 per kg atau lebih rendah dibandingkan dengan tender sepekan sebelumnya yang mencapai Rp7.505 per kg.

“Dengan harga sebesar itu, maka petani merugi karena biaya produksi dan penjualan gula tidak seimbang,” kata Suliono kepada wartawan belum lama ini.

Dengan harga lelang sebesar itu, lanjut dia, maka ekuivalen dengan harga Rp32.500/kuintal tebu. “Padahal biaya produksi per kuintal tebu mencapai Rp34.000.”

Hal itu bisa terjadi karena biaya produksi terus meningkat. Ongkos budidaya hingga tebang angkut terus naik, namun harga lelang gula justru turun. Karena kondisi itulah, maka petani memilih menunda tebang tebu.
Siapa tahu dengan menunda tebang rendemennya menjadi lebih bagus sehingga pendapatan petani lebih baik dibandingkan tebang sekarang dengan harga yang rusak.

Tapi kalau harga tender gula tidak kunjung naik, maka kerugian petani tebu akan menjadi semakin besar.
“Kalau itu terjadi, kami pasti kalang kabut. Kerugian yang kami tanggung menjadi semakin besar,” kata Suliono yang juga Pengurus KUD Kedungkandang.

Saat ini, lanjut dia, luasan areal tanaman tebu yang ditunda tebangnya mencapai 650 hektare dari total 17.000 hektare di wilayah binaannya. Kadar Oesmadi, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Wilayah Kerja PTPN X, menyatakan anjloknya harga tender penjualan gula karena beberapa faktor a;l masih adanya stok gula hasil giling tahun lalu yang diperkirakan mencapai sekitar 150.000 ton.
Begitu juga denga belum adanya investor yang bersedia mengikat pemberian dana talangan sesuai Harga Patokan Petani (HPP) Rp7.000 per kg.

“Sebagian pedagang merasa enggan menjadi penyedia dana talangan karena merasa harga akan terus turun setelah pemerintah menggelontor izin impor gula mentah sebanyak 224.000 ton untuk diproses menjadi gula rafinasi yang dikhawatirkan akan merembes ke pasar gula konsumsi.
Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. KOMPETISINEWS | INFO PERSAINGAN USAHA - All Rights Reserved
Developed by kuntoprastowo | Template by Maskolis
Proudly powered by Blogger